Showing posts with label Referat. Show all posts
Showing posts with label Referat. Show all posts

Saturday, September 28, 2013

Trauma BTKV

Pneumotoraks?
Klasifikasi pneumotoraks (Deslaurier’s):
·         Spontan
o   Prmer )pd individu sehat arau normal)→ orang muda!
o   Sekunder (ada penyakit paru yang mendasari) : neoplasm, COPD, infeksi
·         Traumatic
·         Iatrogenic

Beda pneumotoraks primer dan sekunder (Deslaurier’s) SUARA

Primer
Sekunder
Symtoms dominated
Pain
Shortness of breath
Underlying disease
No
Yes
Age
< 30 y.o.
>45 y.o.
Recurrence
10-15%
>50%
Assessment Histopatology
Apical blebs
Diffuse lung disease

REFERAT MORNING REPORT

Pembimbing :

Dr. HANTORO ISHARDYANTO, Sp.B (ONK)



DEPT/SMF. ILMU BEDAH RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
2012

1.        INDIKASI MASUK RUMAH SAKIT PASIEN LUKA BAKAR
Sistem Grading untuk Keparahan Luka Bakar dan Pembagian Penanganan Luka Bakar Berdasarkan American Burn Association

Gangguan Emosional Onset Anak

PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Prevalensi gangguan mental pada populasi penduduk dunia menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2000 memperoleh data gangguan mental sebesar 12%, tahun 2001 meningkat menjadi 13% dan diprediksi pada tahun pada tahun 2015 menjadi 15%. Sedangkan pada negara-negara berkembang prevalensinya lebih tinggi. Gangguan mental dan perilaku yang tidak eksklusif untuk kelompok tertentu, mereka ditemukan pada orang dari semua daerah, semua negara dan semua masyarakat. Seperlima dari remaja di bawah usia 18 tahun mengalami masalah perkembangan, emosional atau perilaku, satu dari delapannya memiliki gangguan mental, sedangkan pada anak-anak yang kurang beruntung angka ini adalah satu dari lima.
Masalah kesehatan jiwa anak sama pentingnya dengan masalah kesehatan fisiknya. Tidak dapat dipungkiri bahwa tercapainya kesehatan fisik, bebas dari penyakit menular akan menghasilkan manusia yang

GANGGUAN CEMAS MENYELURUH

A.    Pengertian Gangguan Cemas Menyeluruh
Cemas dapat dikonseptualisasikan sebagai suatu hal yang normal dan respon adaptasi  terhadap ancaman yang mempersiapkan individu tersebut untuk “flight or fight”. Seseorang yang cemas terhadap segala sesuatu dapat dikatakan mengalami gangguan cemas menyeluruh.
Gangguan cemas menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder, GAD) merupakan kondisi gangguan yang ditandai dengan kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan dan tidak rasional bahkan terkadang tidak realistik terhadap berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dialami hampir sepanjang hari, berlangsung sekurang-kurangnya selama 6 bulan. Kecemasan yang dirasakan sulit untuk dikendalikan dan berhubungan dengan gejala-gejala somatik seperti ketegangan otot, iritabilitas, kesulitan tidur, dan kegelisahan sehingga menyebabkan penderitaan yang jelas dan gangguan yang bermakna dalam fungsi sosial dan pekerjaan (Sadock,1997).

BRONKIEKTASIS

I.                   PENDAHULUAN
Bronkiektasis diperkenalkan pertama kali oleh Laennec pada tahun 1989. Bronkiektasis dulu dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang yang sudah berusia tua, namun saat ini telah dikenal secara luas dengan frekuensi yang meningkat di seluruh dunia dan dapat diderita oleh pasien dengan spektrum usia yang luas baik laki-laki dan perempuan, tetapi prevalensi tertinggi adalah pada wanita berusia tua. Pasien dengan bronkiektasis menderita batuk kronis berdahak yang produktif dan pertumbuhan bakteri yang nyata yang mengakibatkan penurunan fungsi paru, meningkatnya angka kesakitan dan dapat menyebabkan kematian dini (O’Donnel, 2008).

Simethicone sebagai terapi flatulensi

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
   Flatulensi adalah gejala klinis yang menggambarkan adanya penumpukan jumlah gas dalam saluran pencernaan. Sumber utama gas intestinal adalah kerja bakteri usus yang  memfermentasikan karbohidrat dan protein di dalam lumen intestinal. Secara normal, bakteri tersebut hanya terdapat di dalam kolon dan gas utama yang dihasilkannya adalah karbon dioksida serta hidrogen (di samping sejumlah kecil gas berbau indol, skatol  dan senyawa-senyawa yang mengandung sulfur yang menghasilkan flatus dengan bau yang khas). 1
Nyeri abdomen yang difus dan meteorismus adalah suatu gejala klinis akibat adanya penumpukan gas dalam traktus intestinal. Berbagai penelitian dengan memakai teknik pembersihan gas usus menunjukkan bahwa pasien yang mengeluhkan adanya gas berlebihan dalam usus ternyata mempunyai volume gas intestinal yang normal. Kelainan primer yang menyebabkan kondisi ini adalah gangguan motilitas yang menyebabkan pasien merasa nyeri sekalipun dengan volume gas yang normal yang bisa ditolerir dengan baik oleh orang normal atau motilitasnya normal tetapi pasien sangat responsif terhadap impuls normal yang timbul dari traktus intestinal.1

PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN MORTIS WHEEL SEBAGAI ALAT PRAKTIS DALAM MENENTUKAN SAAT KEMATIAN

PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN MORTIS WHEEL SEBAGAI ALAT PRAKTIS DALAM MENENTUKAN SAAT KEMATIAN

Cyntia Puspa Pitaloka, Dien Aulia, Dilly Niza Paramita, Hamzah Thalib, Irfan Deny Sanjaya, M. Agung Marzah Median Bramantyo *
Bendrong Moediarso **

*Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, RSUD Dr. Soetomo, Surabaya
** Departemen Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, RSUD Dr. Soetomo, Surabaya

Abstract:

Thanatology is a branch of science needed by doctors especially ones from forensic. Thanatology is useful for determining whether someone is dead, how long he has been dead, and differentiate any changes during ante-mortem and post-mortem. Determining the precise time of death is actually not an easy task since the changes in human corpse are affected by many factors. Many scientific methods are researched in order to approximate the time of death, but unfortunately those methods are too complicated and impractical. The purpose of this article is to apply Mortis Wheel as a practical tool of determining the time of death based on interval of post-mortal changes in human corpse.
Mortis Wheel is a wheel consist of two circles; the outer one represents the time and the inner one represents post-mortal changes. The application of Mortis Wheel has to meet several conditions; the corpse has not enter the secondary flaccidity stadium yet, always settled in room temperature, never settled in water or underground, and is not mutilated.
After several trials of case application, Mortis Wheel is proved to be able to be used a practical tool in determining the time of death.
Keyword: thanatology, time of death, post mortem change, tool, mortis wheel