Showing posts with label Kristen. Show all posts
Showing posts with label Kristen. Show all posts

Wednesday, April 30, 2014

I am Zac

Photosource: http://www.scottbyersdesign.com/wp-content/themes/ePhoto/images/Biblical/5074bgct-Zacchaeus-E.jpg

Namaku Zakheus; kau bisa memanggilku Zac kalau mau. "Pure" atau murni, itulah arti namaku. Indah, bukan? Orang tuaku memberi nama demikian kepadaku. Mungkin mereka berharap anak laki-lakinya kelak akan bertumbuh menjadi seorang pria yang penuh dengan kemurnian. Jika mereka tahu aku akan menjadi seorang pengumpul pajak, mereka mungkin berharap aku menjadi seorang yang murni dan jujur dalam melakukan tugasku.

But here i am...
Zakheus, kepala pemungut cukai, demikian orang-orang mengenalku. Dengan kududukanku, aku bisa mendapat keuntungan lebih dalam menarik pajak. Aku bisa lebih kaya dari pemungut pajak pada umumnya. Sekarang kau mempertanyakan arti namaku? Kau pikir aku melakukan kecurangan? Kau melihatku sebagai orang berdosa? Terserahlah! Aku sudah terbiasa hidup dengan tatapan penuh penghakiman "pendosa" diarahkan kepadaku! Aku tak peduli! Aku kaya! Aku tidak butuh kehormatan!

Tapi dalam hati kecilku, aku tahu ada yang kurang.

Wednesday, October 2, 2013

Sampai Kamu Tiba di Tempat Ini

Ulangan 1:31 
dan di padang gurun, di mana engkau melihat bahwa TUHAN, Allahmu, mendukung engkau, seperti seseorang mendukung anaknya, sepanjang jalan yang kamu tempuh, sampai kamu tiba di tempat ini.

"Dan di padang gurun..."
1,5 tahun masa koass terasa seperti gurun bagiku. Gurun yang serupa milik Musa, tempat kesabaran dan ketaatan diajarkan. Gurun yang bagi bangsa Israel adalah tempat karya, penyertaan dan perlindungan Allah dinyatakan.
Mungkin gurunku tak berupa pasir kering penuh dahaga, tak juga berupa sengatan terik matahari, atau gelap dan dingin malam tanpa cahaya. Namun gurunku juga mengajarkan untuk minum dan memuaskan dahaga dari Sang Air Hidup saja. Gurunku memberikanku kesempatan untuk merasakan teduhnya awan saat siang, dan hangatnya api saat malam.

Saturday, September 28, 2013

Menari di Gurun

Photo source: http://www.prophotography.co.za/blogpics/5b2a397a18ce_D5DC/NAM11_5600-copy.jpg
[Latepost]

40 tahun kerasnya gurun telah mendewasakan Musa. Begitulah kukira yang terjadi. Musa menghabiskan 40 tahun pertama hidupnya dalam kemewahan Mesir. Didikan sebagai bangsawan ternyata tak membuat dia bijak. Bahkan kesadarannya sebagai bagian dari umat ibrani yang mendapat penyertaan Tuhan membuat dia berakhir dengan membunuh. 

Betapa bahyanya rasa tinggi hati dan rasa lebih baik dari orang lain itu, tinggi hati membuat dia beranggapan menghilangkan nyawa itu adalah hal yang benar. Lalu kaburlah ia dan tinggal di gurun. Di sana ia menikah dan memiliki anak. Memang tak dicritakan apa yang terjadi selama 40 tahun itu. Tapi respon Musa kemudian saat ia diutus Allah untuk menjadi penyelamat bangsanya, membuat kita mengetahui bahwa Musa sudah jauh dari rasa sombong dan tinggi hati oleh karena identitas yang melekat pada dirinya. 

Soft Skill dalam Memenuhi Panggilan Hidup

Dokter Ratih
Soft Skill dalam Memenuhi Panggilan Hidup

 Ketika mengetahui bahwa saya meminta tolong beliau untuk berbagi kisah hidupnya sebagai seorang dokter, dokter yang memiliki nama lengkap Rahaju Astuti Gunadi tampak senang. Beliau juga berterima kasih karena memiliki kesempatan untuk dapat berbagi cerita hidup sebagai seorang dokter.
   Selain aktif dalam tugasnya menjadi dokter di Rumah Sakit Baptis, Kediri, dokter yang lebih akrab dipanggil dr. Ratih ini juga aktif melayani di persekutuan dan di gereja setempat. Kesibukan yang tinggi tidak menghalangi panggilan beliau untuk tetap setia melayani Tuhan. Itulah yang membuat banyak orang kagum akan kesetiaannya dan akan tujuan hidupnya.

WHAT DOES IT MEAN TO BE A PERSON?

WHAT DOES IT MEAN TO BE A PERSON?
Sebuah perenungan tentang martabat manusia dalam proses kehamilan

Apakah arti menjadi manusia? Mengapa manusia itu berharga? Apa itu martabat manusia? Adalah pertanyaan yang patut kita renungkan saat dihadapkan pada kasus-kasus bioetik mengenai manusia. Manusia adalah makhluk yang diciptakan memiliki cipta, rasa, dan karsa sehingga keberadaannya terus menjadi isu yang tidak mencapai titik temu dari berbagai macam pihak.

Martabat secara sederhana dapat diartikan sebagai “kualitas atas keberadaan yang layak untuk mendapat penghargaan dan penghormatan”. Dengan demikian, martabat manusia berarti kualitas atas keberadaan yang layak untuk mendapat penghargaan dan penghormatan sebagai manusia. Yang menjadi pertanyaan adalah, siapa atau apa sajakah yang menyandang martabat ini? Apakah embrio, fetus, dan neonatus yang menjadi cikal bakal manusia dewasa sudah memiliki martabat sebagai manusia sehingga harus dimanusiakan? Sejak kapankah kita harus memanusiakan mereka?

THE ROLE OF CHRISTIAN MEDICAL DOCTOR: A CALLING

THE ROLE OF CHRISTIAN MEDICAL DOCTOR: A CALLING

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Efesus 2:10

Setiap orang diciptakan oleh Allah memiliki tujuan tertentu yang berbeda satu dengan yang lain. Dan tujuan itu adalah untuk melakukan pekerjaan yang baik. Tujuan itu sangat personal yang kemudian kita kenal sebagai “panggilan”. Oleh karena itu, setiap orang, dengan profesi atau pekerjaan apa pun, seharusnya tidak semata – mata melihat pekerjaannya sebagai suatu tugas atau kewajiban, melainkan suatu panggilan yang diberikan Allah kepadanya. Begitu pula dengan dokter. Setiap dokter harus menyadari bahwa dia menjadi dokter bukan karena “terjebak” dalam profesi dokter, melainkan suatu panggilan mulia untuk melakukan pekerjaan yang Tuhan inginkan.

THE CALLING ON MEDICAL FIELD: BE A CULTURE MAKER BUILDING A PASSION ON MEDICAL WORK BASED ON LOCAL WISDOM, FAITH, AND DIGNITY

THE CALLING ON MEDICAL FIELD: BE A CULTURE MAKER
BUILDING A PASSION ON MEDICAL WORK BASED ON LOCAL WISDOM, FAITH, AND DIGNITY

It is not enough to condemn culture. Nor is it sufficient merely to critique culture or to copy culture. Most of the time, we just consume culture. But the only way to change culture is to create culture.
(Andy Crouch)

NIM: 010810581

Oleh: Cyntia Puspa P

Dunia dan isinya terus berubah, termasuk di dalamnya adalah perubahan tatanan sosial. Perubahan sosial menyebabkan runtuhanya kehidupan masyarakat di sekitar kita dan jawaban atas perubahan itu adalah pembangunan masyarakat: menguatkan masyarakat secara holistik, mengembangkan partisipasi dan penyelesaian masalah, menujukan masalah sikap fanatik dan kemiskinan, dan mengikutsertakan institusi untuk bekerja sebagai partner penduduk setempat (Blackwell & Colmenar, 2000).

Drug Abuse Beyond 3 Perspectives: Christian Moralism, Christian Spiritualism, and Neuroscience

Drug Abuse
Beyond 3 Perspectives: Christian Moralism, Christian Spiritualism, and Neuroscience

Oleh Cyntia Puspa P.
NIM 010810581

Memandang Kasus Penyalah Guna Narkoba
1.      Moral Kristiani
Pertama perlu dijelaskan terlebih dahulu pengertian dari moral Kristiani. Moralitas adalah nilai benar – salah. Sedangkan moralitas Kristiani memiliki makna lebih dalam lagi, yaitu nilai benar dan salah yang bersumber dari Kebenaran yang benar – benar Benar. Dasar moralitas Kristen berasal dari pengetahuan dan pemahaman akan kehendak Tuhan yang didapat melalui:
-          Alkitab
-          Pengajaran dan teladan Kristus (Christian Perspective)
Dalam hal penggunaan narkoba, moral Kristen menentangnya karena pada dasarnya hidup manusia bukanlah milik manusia secara pribadi, melainkan milik Allah. Karena itu, manusia tidak boleh sembarangan dengan hidupnya (Galatia 2:20, 1 Kor 6:19)
Allah menghendaki manusia itu kudus dan memiliki hidup yang terpisah dari dunia. Karena itu, manusia tidak boleh mencemarkan tubuhnya (1 Kor 6:19)

Friday, September 27, 2013

ABORSI DIPANDANG DARI SUDUT ETIKA

ABORSI DIPANDANG DARI SUDUT ETIKA

Di dalam kode etik kedokteran Indonesia Pasal 7d, tertulis:
Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani.
Penjelasan dari pasal itu menyatakan bahwa dokter harus berusaha memelihara dan mempertahankan hidup makhluk insani yang berarti bahwa menurut agama, Undang – Undang Negara, maupun Etik Kedokteran seorang dokter tidak diperbolekan untuk menggugurkan kandungan (abortus provokatus). Abortus provocatus dapat dibenarkan sebagai pengobatan, apabila merupakan satu – satunya jalan untuk menolong jiwa ibu dari bahaya maut (abortus provocatus therapeuticus). Dalam Undang – Undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 15, diperjelas tentang hal ini.

THEY SAY: JUJUR = AJUR?


photo source: http://www.winmentalhealth.com/images/therapy_success_honesty_truth_lies.jpg
Sering kita mendengar ungkapan jujur ajur, yang artinya berbuat jujur justru membawa kepada kehancuran. Lebih enak bohong sedikit atau banyak untuk menutupi kesalahan, aman-nyaman-tentram-damai. Benarkah demikian?

Ada sebuah kisah menarik tentang seorang raja yang sudah berumur. Raja itu tidak memiliki anak untuk mewarisi takhta kerajaannya. Karena itu, Raja memutuskan untuk mengadopsi seorang anak dengan mengadakan suatu kompetisi. Dari seluruh penjuru negeri, terpilihlah 10 anak terbaik yang berhasil melalui berbagai macam ujian. Tibalah saatnya untuk menghadapi ujian terakhir, ujian dari Raja. Titah raja, “Negeri ini adalah negeri agraris, karena itu, aku harap bahwa penerusku dapat menghasilkan panen terbaik yang pernah ada. Aku memberikan kepadamu masing-masing biji jagung, tanamlah dan kembalilah dalam 3 bulan untuk memberikan hasilnya kepadaku!”.

JEALOUS? NO WAY!


JEALOUS? NO WAY!
KEJADIAN 4:1-16

Tujuan:
o   Siswa mengetahui bahwa rasa iri kepada teman dan saudara bisa menyakiti diri sendiri atau orang yang membuat iri.
o   Siswa dapat mengetahui cara menghadapi perasaan iri hati.
o   Siswa dapat mengaplikasikan hidup yang menerima diri apa adanya sesuai dengan anugerah Tuhan tidak iri kepada orang lain.

Apa yang kalian pikirkan saat teman kalian diberi hadiah, dipuji, diperlakukan amat sangat baik sedangkan kalian tidak? Padahal, kalian berpikir seharusnya kalian juga mendapatkan hal yang sama? Bagaimana perasaan kalian? Apa kalian ingin hal serupa juga terjadi pada kalian?

HIDUP untuk MASA KINI


HIDUP untuk MASA KINI
 Filipi 1:19-26

Ada seorang kaya dari Texas yang baru saja dimakamkan. Berdasarkan surat wasiatnya, mayatnya diletakkan di dalam sebuah mobil Cadillac yang mewah. Mobil tersebut diatur sedemikian rupa sehingga dengan suatu sunyal, remnya terangkat dan mobil berjalan sendiri masuk ke liang kubur. setelah mobil berhenti dan debu tidak lagi beterbangan, seseorang berteriak, “Wow, itulah hidup!”

Sebuah lelucon yang menyedihkan, dan sekalipun ini hanyalan fiksi karya Eugene H. Peterson yang berjudul “Traveling Light”, tetapi merupakan perumpamaan yang bermakna. Ada orang yang lebih mementingkan untuk mempersiapkan hidupnya yang belum pasti ketimbang memikirikan bagaimana menjalani hidupnya pada masa kini.

True Worship

Photo source: http://timbob.files.wordpress.com/2008/12/worship.jpg

TRUE WORSHIP
Ibrani 10:24 – 25

Profil:
Karakter Kristen
Pengalaman Pembelajaran:
Memiliki kesetiaan/loyali-tas beribadah
TIU:
Peserta memiliki pemahaman yang benar tentang ibadah yang ditandai dengan kesetiaan beribadah
TIK:
1.     Peserta menjelaskan konsep (arti & pentingnya) ibadah menurut Alkitab.
2.     Peserta hadir rutin dalam mengikuti KTB/Persekutuan di Sekolah.
3.     Peserta hadir rutin dalam ibadah Minggu di gereja masing-masing.

Imago Dei



(DICIPTAKAN SERUPA DAN SEGAMBAR DENGAN ALLAH)

Tujuan:
  1. Peserta menjelaskan arti segambar dan serupa Allah
  2. Peserta memandang orang lain segambar dan serupa dengan Allah (dengan tidak memandang rendah orang lain, menghina/mengolok teman yang memiliki kekurangan)

Bibliography
Alkitab. (1974). LAI.
Hoekoma, A. (2000). Manusia: Ciptaan Menurut Gambar Allah [Created in God's Image]. Surabaya: Penerbit Momentum.
Perkantas, T. P. (2010). Kabar Baik Untuk Siswa Masa Kini. Jakarta: Perkantas.
Tan Giok Lie, E. D. (Ed.). (2000). Bintang Identitasku. Bandung: STTB.
The Holy Bible New International Version. (2000). Zondervan.

Peraga:
  1. Cermin
  2. Gambar hari penciptaan
  3. Satu plastik tanah/pasir
 Bahan Alkitab:
  1. Kejadian 1
  2. Mazmur 8: 4 – 9

KAPAN AKU SEBAIKNYA MULAI PACARAN?

4 alasan mengapa Kamu tidak harus mulai terlalu dini ...

Budaya non-Kristen memiliki sebuah pepatah tentang pacaran. Kamu mungkin pernah mendengar ungkapan "bermainlah di lapangan sebelum Kamu menetap". Saya masih mendengar pepatah ini digunakan di mana-mana baik acara TV  maupun majalah, dan saya pikir bahwa budaya kita masih memandang pacaran sebagai sarana untuk menemukan hubungan yang lebih permanen dan stabil. Hal ini juga berlaku dalam pandangan Kristen mengenai pacaran.

Jadi, jika hal ini terjadi, kapan saya harus berpacaran?

MITOS DALAM BERPACARAN: ADA SESUATU YANG SALAH DENGAN NGGAK PACARAN


Dunia mengatakan kepuasan ditemukan dalam percintaan. Alkitab mengatakan sesuatu yang berbeda.

Bergumul dengan menjadi lajang (baca: nggak punya pacar)?
Salah satu mitos terbesar dalam hubungan berpusat pada keadaan yang kita sebut "menjadi lajang". Bahkan sebelum Kamu masuk ke SMP/SMA, ada pandangan bahwa hidup adalah untuk menemukan hubungan romantis. Film romantis paling populer berfokus pada “hidup bahagia selamanya”. Bahkan dalam kelompok pemuda, jika Kamu tidak memiliki hubungan romantis, Kamu dapat merasa ditinggalkan. Tampaknya ada sedikit stigma yang melekat untuk tetap tak terikat.
Apa sikap Kamu tentang hidup melajang? Cobalah kuis ini dengan cepat

MITOS DALAM BERPACARAN: PACARAN MASA SEKOLAH (BAGIAN DUA)

Mau di bawa ke mana hubungan kita?

Mulailah seakan Kamu berniat untuk serius
Apakah Kamu seorang Kristen? Apakah Kamu ingin mengikuti Yesus dalam hidup Kamu? Mengikut Yesus jauh lebih mudah ketika Kamu menikah dengan orang yang tertarik untuk mengikuti-Nya sama seperti Kamu. Jika Kamu masuk ke hubungan dengan orang yang bukan Kristen, Kamu mungkin akan terus masuk ke hubungan dengan orang yang bukan Kristen. Tidak pernah ada pikiran “tiba-tiba” di mana Kamu berpikir, "Ah, sekarang saatnya aku mulai memiliki hubungan serius, jadi aku akan mengubah pikiranku tentang siapa yang akan aku ajak pacaran."
Jika Kamu ingin Allah menjadi yang pertama dalam hidup Kamu, maka biarkan Dia membentuk pilihan Kamu.

MITOS DALAM BERPACARAN: PACARAN MASA SEKOLAH (BAGIAN SATU)

Mengapa Kamu benar-benar ingin punya pacar?

Ketika semua hubungan berakhir ...
Mungkin telah dimulai di sekolah dasar: Kamu mendapat kiriman robekan kertas dari seseorang, dan saling menelepon "pacar" (bahkan jika Kamu sulit menyebutnya demikian). Kamu menertawakan hal itu dan merasa benar-benar malu, tapi rasanya menyenangkan memiliki seseorang yang istimewa. Kemudian Kamu masuk SMP dan SMA. Suaranya pecah, tubuhnya berubah. Tiba-tiba anak cewe’ nggak dekil lagi, dan anak cowo’ tidak lagi begitu menjengkelkan. Tiba-tiba, mereka keren.

Tapi menjadi seorang dewasa tampaknya masih begitu jauh. Masih bertahun-tahun lagi sampai Kamu meninggalkan sekolah, jadi Kamu punya ‘banyak umur’ sebelum Kamu harus berpikir tentang pernikahan. Maksudku, itu adalah sesuatu yang orang dewasa lakukan, bukan?

KARUNIA KESENDIRIAN

"Memaksimalkan waktumu sebagai seorang lajang"

Hadiah yang berbeda untuk orang yang berbeda

Mari kita lihat bagaimana Alkitab menggambarkan kesendirian - kamu mungkin akan terkejut.
Dalam 1 Korintus 7, Rasul Paulus menghabiskan banyak waktu menjawab pertanyaan jemaat Korintus telah tentang pernikahan dan hidup melajang. Berikut adalah apa yang dia katakan dalam ayat 7-9:

Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu. Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada kamu-kamu aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku. Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.