Showing posts with label Dunia Remaja. Show all posts
Showing posts with label Dunia Remaja. Show all posts

Friday, September 27, 2013

JEALOUS? NO WAY!


JEALOUS? NO WAY!
KEJADIAN 4:1-16

Tujuan:
o   Siswa mengetahui bahwa rasa iri kepada teman dan saudara bisa menyakiti diri sendiri atau orang yang membuat iri.
o   Siswa dapat mengetahui cara menghadapi perasaan iri hati.
o   Siswa dapat mengaplikasikan hidup yang menerima diri apa adanya sesuai dengan anugerah Tuhan tidak iri kepada orang lain.

Apa yang kalian pikirkan saat teman kalian diberi hadiah, dipuji, diperlakukan amat sangat baik sedangkan kalian tidak? Padahal, kalian berpikir seharusnya kalian juga mendapatkan hal yang sama? Bagaimana perasaan kalian? Apa kalian ingin hal serupa juga terjadi pada kalian?

WHAT IS IN YOUR HAND?


Tujuan:
  1. Peserta memahami bahwa setiap manusia kadang ragu akan kemampuannya sendiri dan itu adalah hal yang wajar
  2. Peserta tidak terpaku pada kelemahan itu melainkan menggali apa yang ia miliki (potensi – potensi terpendam) untuk melakukan hal – hal yang Tuhan percayakan
  3. Peserta dapat mengaplikasikan kelebihan yang ia miliki dalam pelayanan
Bahan Alkitab:
Keluaran 4:1-5
Peraga/Perlengkapan:
- kertas siluet tangan

True Worship

Photo source: http://timbob.files.wordpress.com/2008/12/worship.jpg

TRUE WORSHIP
Ibrani 10:24 – 25

Profil:
Karakter Kristen
Pengalaman Pembelajaran:
Memiliki kesetiaan/loyali-tas beribadah
TIU:
Peserta memiliki pemahaman yang benar tentang ibadah yang ditandai dengan kesetiaan beribadah
TIK:
1.     Peserta menjelaskan konsep (arti & pentingnya) ibadah menurut Alkitab.
2.     Peserta hadir rutin dalam mengikuti KTB/Persekutuan di Sekolah.
3.     Peserta hadir rutin dalam ibadah Minggu di gereja masing-masing.

Imago Dei



(DICIPTAKAN SERUPA DAN SEGAMBAR DENGAN ALLAH)

Tujuan:
  1. Peserta menjelaskan arti segambar dan serupa Allah
  2. Peserta memandang orang lain segambar dan serupa dengan Allah (dengan tidak memandang rendah orang lain, menghina/mengolok teman yang memiliki kekurangan)

Bibliography
Alkitab. (1974). LAI.
Hoekoma, A. (2000). Manusia: Ciptaan Menurut Gambar Allah [Created in God's Image]. Surabaya: Penerbit Momentum.
Perkantas, T. P. (2010). Kabar Baik Untuk Siswa Masa Kini. Jakarta: Perkantas.
Tan Giok Lie, E. D. (Ed.). (2000). Bintang Identitasku. Bandung: STTB.
The Holy Bible New International Version. (2000). Zondervan.

Peraga:
  1. Cermin
  2. Gambar hari penciptaan
  3. Satu plastik tanah/pasir
 Bahan Alkitab:
  1. Kejadian 1
  2. Mazmur 8: 4 – 9

KAPAN AKU SEBAIKNYA MULAI PACARAN?

4 alasan mengapa Kamu tidak harus mulai terlalu dini ...

Budaya non-Kristen memiliki sebuah pepatah tentang pacaran. Kamu mungkin pernah mendengar ungkapan "bermainlah di lapangan sebelum Kamu menetap". Saya masih mendengar pepatah ini digunakan di mana-mana baik acara TV  maupun majalah, dan saya pikir bahwa budaya kita masih memandang pacaran sebagai sarana untuk menemukan hubungan yang lebih permanen dan stabil. Hal ini juga berlaku dalam pandangan Kristen mengenai pacaran.

Jadi, jika hal ini terjadi, kapan saya harus berpacaran?

MITOS DALAM BERPACARAN: ADA SESUATU YANG SALAH DENGAN NGGAK PACARAN


Dunia mengatakan kepuasan ditemukan dalam percintaan. Alkitab mengatakan sesuatu yang berbeda.

Bergumul dengan menjadi lajang (baca: nggak punya pacar)?
Salah satu mitos terbesar dalam hubungan berpusat pada keadaan yang kita sebut "menjadi lajang". Bahkan sebelum Kamu masuk ke SMP/SMA, ada pandangan bahwa hidup adalah untuk menemukan hubungan romantis. Film romantis paling populer berfokus pada “hidup bahagia selamanya”. Bahkan dalam kelompok pemuda, jika Kamu tidak memiliki hubungan romantis, Kamu dapat merasa ditinggalkan. Tampaknya ada sedikit stigma yang melekat untuk tetap tak terikat.
Apa sikap Kamu tentang hidup melajang? Cobalah kuis ini dengan cepat

MITOS DALAM BERPACARAN: PACARAN MASA SEKOLAH (BAGIAN DUA)

Mau di bawa ke mana hubungan kita?

Mulailah seakan Kamu berniat untuk serius
Apakah Kamu seorang Kristen? Apakah Kamu ingin mengikuti Yesus dalam hidup Kamu? Mengikut Yesus jauh lebih mudah ketika Kamu menikah dengan orang yang tertarik untuk mengikuti-Nya sama seperti Kamu. Jika Kamu masuk ke hubungan dengan orang yang bukan Kristen, Kamu mungkin akan terus masuk ke hubungan dengan orang yang bukan Kristen. Tidak pernah ada pikiran “tiba-tiba” di mana Kamu berpikir, "Ah, sekarang saatnya aku mulai memiliki hubungan serius, jadi aku akan mengubah pikiranku tentang siapa yang akan aku ajak pacaran."
Jika Kamu ingin Allah menjadi yang pertama dalam hidup Kamu, maka biarkan Dia membentuk pilihan Kamu.

MITOS DALAM BERPACARAN: PACARAN MASA SEKOLAH (BAGIAN SATU)

Mengapa Kamu benar-benar ingin punya pacar?

Ketika semua hubungan berakhir ...
Mungkin telah dimulai di sekolah dasar: Kamu mendapat kiriman robekan kertas dari seseorang, dan saling menelepon "pacar" (bahkan jika Kamu sulit menyebutnya demikian). Kamu menertawakan hal itu dan merasa benar-benar malu, tapi rasanya menyenangkan memiliki seseorang yang istimewa. Kemudian Kamu masuk SMP dan SMA. Suaranya pecah, tubuhnya berubah. Tiba-tiba anak cewe’ nggak dekil lagi, dan anak cowo’ tidak lagi begitu menjengkelkan. Tiba-tiba, mereka keren.

Tapi menjadi seorang dewasa tampaknya masih begitu jauh. Masih bertahun-tahun lagi sampai Kamu meninggalkan sekolah, jadi Kamu punya ‘banyak umur’ sebelum Kamu harus berpikir tentang pernikahan. Maksudku, itu adalah sesuatu yang orang dewasa lakukan, bukan?

KARUNIA KESENDIRIAN

"Memaksimalkan waktumu sebagai seorang lajang"

Hadiah yang berbeda untuk orang yang berbeda

Mari kita lihat bagaimana Alkitab menggambarkan kesendirian - kamu mungkin akan terkejut.
Dalam 1 Korintus 7, Rasul Paulus menghabiskan banyak waktu menjawab pertanyaan jemaat Korintus telah tentang pernikahan dan hidup melajang. Berikut adalah apa yang dia katakan dalam ayat 7-9:

Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu. Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada kamu-kamu aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku. Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.