Wednesday, October 2, 2013

Sampai Kamu Tiba di Tempat Ini

Ulangan 1:31 
dan di padang gurun, di mana engkau melihat bahwa TUHAN, Allahmu, mendukung engkau, seperti seseorang mendukung anaknya, sepanjang jalan yang kamu tempuh, sampai kamu tiba di tempat ini.

"Dan di padang gurun..."
1,5 tahun masa koass terasa seperti gurun bagiku. Gurun yang serupa milik Musa, tempat kesabaran dan ketaatan diajarkan. Gurun yang bagi bangsa Israel adalah tempat karya, penyertaan dan perlindungan Allah dinyatakan.
Mungkin gurunku tak berupa pasir kering penuh dahaga, tak juga berupa sengatan terik matahari, atau gelap dan dingin malam tanpa cahaya. Namun gurunku juga mengajarkan untuk minum dan memuaskan dahaga dari Sang Air Hidup saja. Gurunku memberikanku kesempatan untuk merasakan teduhnya awan saat siang, dan hangatnya api saat malam.

Saturday, September 28, 2013

Menari di Gurun

Photo source: http://www.prophotography.co.za/blogpics/5b2a397a18ce_D5DC/NAM11_5600-copy.jpg
[Latepost]

40 tahun kerasnya gurun telah mendewasakan Musa. Begitulah kukira yang terjadi. Musa menghabiskan 40 tahun pertama hidupnya dalam kemewahan Mesir. Didikan sebagai bangsawan ternyata tak membuat dia bijak. Bahkan kesadarannya sebagai bagian dari umat ibrani yang mendapat penyertaan Tuhan membuat dia berakhir dengan membunuh. 

Betapa bahyanya rasa tinggi hati dan rasa lebih baik dari orang lain itu, tinggi hati membuat dia beranggapan menghilangkan nyawa itu adalah hal yang benar. Lalu kaburlah ia dan tinggal di gurun. Di sana ia menikah dan memiliki anak. Memang tak dicritakan apa yang terjadi selama 40 tahun itu. Tapi respon Musa kemudian saat ia diutus Allah untuk menjadi penyelamat bangsanya, membuat kita mengetahui bahwa Musa sudah jauh dari rasa sombong dan tinggi hati oleh karena identitas yang melekat pada dirinya. 

Empty My Hands

[LATEPOST]
Photo source: http://kurtstrenck.files.wordpress.com/2012/04/hand-palm-5-empty2.jpg
I've got voices in my head and they are so strong
And I'm getting sick of this oh Lord, how long
Will I be haunted by the fear that I believe
My hands like locks on cages
Of these dreams I can't set free
But if I let these dreams die
If I lay down all my wounded pride
If I let these dreams die
Will I find that letting go lets me come alive
So empty my hands 

Trauma BTKV

Pneumotoraks?
Klasifikasi pneumotoraks (Deslaurier’s):
·         Spontan
o   Prmer )pd individu sehat arau normal)→ orang muda!
o   Sekunder (ada penyakit paru yang mendasari) : neoplasm, COPD, infeksi
·         Traumatic
·         Iatrogenic

Beda pneumotoraks primer dan sekunder (Deslaurier’s) SUARA

Primer
Sekunder
Symtoms dominated
Pain
Shortness of breath
Underlying disease
No
Yes
Age
< 30 y.o.
>45 y.o.
Recurrence
10-15%
>50%
Assessment Histopatology
Apical blebs
Diffuse lung disease

REFERAT MORNING REPORT

Pembimbing :

Dr. HANTORO ISHARDYANTO, Sp.B (ONK)



DEPT/SMF. ILMU BEDAH RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
2012

1.        INDIKASI MASUK RUMAH SAKIT PASIEN LUKA BAKAR
Sistem Grading untuk Keparahan Luka Bakar dan Pembagian Penanganan Luka Bakar Berdasarkan American Burn Association

Odontogram

Download File

Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal
Rumah sakit umum daerah dr. Soetomo Surabaya

NIM: 010810581

KARTU IDENTITAS GIGI DAN MULUT

I.  Nama              : Cyntia Puspa Pitaloka
     Kelamin           : Perempuan
Umur              : 23 tahun
Agama            : Kristen
Pekerjaan        : Dokter Muda
Alamat            : Jalan Ogan 5, Pelem Pare Kediri 64213

Puskesmas Banyu Urip

1.1              Latar Belakang
Ilmu kedokteran selalu berkembang secara dinamis, dulu ilmu kedokteran hanya berdasarkan pengalaman empiris saja dimana keahlian pengobatan didapatkan secara turun menurun dari generasi sebelumnya atau berdasarkan pengalaman yang pernah didapat. Namun dengan hadirnya para ilmuwan dan cendekiawan di akhir era 1900-an, pengobatan yang dilakukan mulai berdasar atas penelitian klinis dan trial yang dilakukan di rumah-rumah sakit. Akibat perawatan di rumah sakit yang cukup mahal dan jumlah penyakit di masyarakat yang masih tinggi, maka pengobatan yang bersifat kuratif atau hanya mengobati pasien tanpa memperhatikan hal-hal lain dianggap belum cukup. Oleh sebab itu, mulai berkembanglah konsep Era Kesehatan Masyarakat atau Public Health Era, Menurut konsep ini, tenaga kesehatan tidak hanya melakukan tindakan kuratif saja, melainkan juga tindakan promotif, prevetif, dan rehabilitatif. Untuk Menjalankan konsep ini maka pemerintah membentuk Pusat Kesehatan Masyarakat atau yang bisa disebut dengan Puskesmas.