Saturday, September 28, 2013

SKROFULODERMA

STATUS PEDIATRI
I. DATA PRIBADI
1.    Nama                      : An. N.H.
2.    Umur                      : 1 tahun 8 bulan
3.    Kelamin                  : perempuan
4.    Alamat                    : Bangkalan
5.    Orang tua              
a)    Ayah
Nama                 : Tn. H
Umur                 :  tahun
Pekerjaan           : Nelayan
b)   Ibu
Nama                 : Ny. I
Umur                 :  tahun
Pekerjaan           : Ibu Rumah Tangga

II. ANAMNESIS
Tanggal pemeriksaan   : 29 Januari 2013
1.    Keluhan Utama      : Perut besar
2.    Penyakit Sekarang  :
Perut pasien membesar dan keras sejak usia 2 bulan (18 bulan yang lalu). Nyeri perut (-). BAB warna kuning kecoklatan. BAK warna kuning bening. Kuning di tubuh (-). Sesak (-). Demam ringan sejak usia 2 bulan, demam hilang-timbul. Batuk dan pilek (+) sejak usia 2 bulan, hilang-timbul. Batuk dan pilek (+) sejak 5 hari SMRS. Berat badan sulit bertambah sejak usia 7 bulan. Nafsu makan baik. Makan + 3x  ½ piring/hari. Muntah (-). Mencret (-). Muncul 2 benjolan di leher kanan 7 bulan yang lalu, satu pecah ½ bulan yang lalu.

Prolong Fever

STATUS PEDIATRI
I.                   DATA PRIBADI
1.      Nama               : An. B
2.      Umur               : 7 tahun
3.      Jenis Kelamin  : Laki-laki
4.      Alamat                        : Kupang Krajan, Surabaya
Waktu MRS                      : 2 Maret 2013
Waktu pemeriksaan           : 5 Maret 2013

II.                ANAMNESIS
1.      Keluhan Utama
Panas
2.      Riw. Penyakit Sekarang
Pasien panas sejak 10 hari sebelum pemeriksaan, awalnya demam ringan lalu makin lama makin tinggi. Sempat turun dengan pemberian parasetamol, lalu naik lagi. Demam tinggi diukur oleh orang tua lebih dari 39oC, dan saat diberikan parasetamol, demam turun tapi

Sindroma Gilles De La Tourette

I           IDENTITAS PASIEN
            Nama               : Tn. E
            Umur               : 34 tahun
            Jenis Kelamin  : Laki-laki
            Alamat                        : Sidoarjo
            Suku/Bangsa   : Jawa/Indonesia
            Agama             : Islam
            Status              : Menikah
            Pekerjaan         : Wiraswasta IT
            Pendidikan      : Diploma I Multimedia
            No. Reg           : 12139438
            Pemeriksaan    : tanggal 10 April 2012 pukul 16.00

Gangguan Emosional Onset Anak

PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Prevalensi gangguan mental pada populasi penduduk dunia menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2000 memperoleh data gangguan mental sebesar 12%, tahun 2001 meningkat menjadi 13% dan diprediksi pada tahun pada tahun 2015 menjadi 15%. Sedangkan pada negara-negara berkembang prevalensinya lebih tinggi. Gangguan mental dan perilaku yang tidak eksklusif untuk kelompok tertentu, mereka ditemukan pada orang dari semua daerah, semua negara dan semua masyarakat. Seperlima dari remaja di bawah usia 18 tahun mengalami masalah perkembangan, emosional atau perilaku, satu dari delapannya memiliki gangguan mental, sedangkan pada anak-anak yang kurang beruntung angka ini adalah satu dari lima.
Masalah kesehatan jiwa anak sama pentingnya dengan masalah kesehatan fisiknya. Tidak dapat dipungkiri bahwa tercapainya kesehatan fisik, bebas dari penyakit menular akan menghasilkan manusia yang

GANGGUAN CEMAS MENYELURUH

A.    Pengertian Gangguan Cemas Menyeluruh
Cemas dapat dikonseptualisasikan sebagai suatu hal yang normal dan respon adaptasi  terhadap ancaman yang mempersiapkan individu tersebut untuk “flight or fight”. Seseorang yang cemas terhadap segala sesuatu dapat dikatakan mengalami gangguan cemas menyeluruh.
Gangguan cemas menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder, GAD) merupakan kondisi gangguan yang ditandai dengan kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan dan tidak rasional bahkan terkadang tidak realistik terhadap berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dialami hampir sepanjang hari, berlangsung sekurang-kurangnya selama 6 bulan. Kecemasan yang dirasakan sulit untuk dikendalikan dan berhubungan dengan gejala-gejala somatik seperti ketegangan otot, iritabilitas, kesulitan tidur, dan kegelisahan sehingga menyebabkan penderitaan yang jelas dan gangguan yang bermakna dalam fungsi sosial dan pekerjaan (Sadock,1997).

PERSALINAN SUNGSANG


I.                   Definisi
Persalinan sungsang adalah persalinan dengan presentasi bokong atau kaki pada saat persalinan.

II.                Jenis Persalinan Sungsang
A.                Persalinan Per Abdominam
1.                  Seksio Sesaria
B.                 Persalinan Per Vaginam
1.                  Persalinan Sungsang Spontan (Cara Bracht, Spontaneus Breech), yaitu melahirkan janin dengan tenaga ibu sendiri.
2.                  Ekstraksi Sungsang (Total Breech Extraction), , yaitu melahirkan janin dengan tenaga dari penolong seluruhnya.
3.                  Manual Aid (Partial Breech Extraction Assisted Breech Delivery), yaitu melahirkan janin dengan sebagian tenaga ibu dan sebagian tenaga penolong.
III.             Fase-fase Persalinan Sungsang

Download PDF

KEJANG DEMAM KOMPLIKATA

TINJAUAN PUSTAKA

Kejang Demam
1. Definisi
         Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38oC) yang disebabkan oleh suatu proses ekstra kranium. Kejang demam biasanya terjadi pada anak umur 6 bulan – 5 tahun. Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian kejang demam kembali tidak termasuk dalam kejang demam. Kejang disertai demam pada bayi berumur kurang dari satu tahun tidak termasuk dalam kejang demam. Bila anak berumur kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun mengalami kejang didahului demam, pikirkan kemungkinan lain, misalnya infeksi SSP, epilepsi yang kebetulan terjadi bersama demam.

https://docs.google.com/file/d/0BxI1Y5wWqqmdakotdHZzNFhMNm8/edit?usp=sharing